Sate Taichan : Kuliner Malam Di Senayan

Sate Taichan Kuliner Malam Di Senayan.jpg

Setelah nongkrong malam minggu di Plaza Indonesia bareng kawan-kawan gue yang kece-kece, mendadak perut ini seakan berteriak minta jatah malam, segera saja gue ajak mereka bikin berwisata kuliner pada malam hari. Memang sih nongkrongnya saja di mall eh ujung-ujungnya mencari makan di kaki lima ya gaes. Pada akhirnya gue segera pesan Uber buat menyelesaikan ritual ini. Serta tidak butuh menanti lama Uber kita juga datang ngejemput. Kesempatan ini gue bareng kawan-kawan akan berwisata kuliner malam di Senayan buat nyobain Sate Taichan gaes. Penasaran kan kaya apa Sate taichan itu? Cus ikutin narasi komplitnya!

Jujur saja deh gue sendiri belum demikian tau di mana letak persis tempat yang ingin gue datengin malam itu. Namun dengan kemauan, ikhtiar serta doa pada akhirnya kita sampai juga ditempat yang tuturnya hitz itu. Saat itu jam di tangan gue memberikan jam 23. 10 PM, nyaris tengah malam tuh. Kepulan asap menyelimuti ruas Jalan Asia Afrika Senayan seperti kabut dimana-mana, serta uber kita berhenti di antara barisan mobil yang berjejer parkir di pinggir jalan itu, ehhh kece-kece deh mobil yang parkir.

Kuliner Malam Di Senayan

Kami meneruskan perjalanan wisata kuliner malam di senayan dengan jalan kaki sembari melirik ke kanan serta ke kiri beberapa penjual sate. Serta kesempatan ini kita ingin makan sate taichan. Karena sangat banyak penjual sate taichan di sini gue jadi bingung ingin nyoba sate taichan yang mana. Ada sate taichan bang amir, bang ocit serta berpuluh-puluh abang-abang sate taichan yang lain yang sama-sama berdempetan keduanya. Saksikan saja di selama jalan ini berisi sate taichan semuanya.

Sate Taichan Bang Amir

Pada akhirnya kita tentukan dengan cara random saja, serta kepilihlah sate taichan Pak Amir lantaran ya letaknya itu paling awal di ruas Jalan Asia Afrika. Walau semuanya meja terisi penuh kami juga tetaplah sabar mengantri sembari diam-diam ngegerutu “buruan kek pada makannya” serta tidak butuh nunggu lama beberapa kumpulan anak muda kekinian yang telah usai makan meninggalkan meja yang diimpikan serta kita juga cepat-cepat merebut meja itu yang letaknya berdempetan sama pagar besi Gelora Bung Karno. Cuma satu meja kayu simpel saja sih dengan empat kursi bakso yang lampu penerangannya datang dari lampu batere yang diikat di pagar itu buat situasi remang-remang gitu.

Selang sebagian menit ada seseorang mas-mas pelayan yang hampiri kami, “Mau pesan apa mas? ” dengan suara tergesa-gesa. “Satenya dua ribu rupiah per tusuk, bebas ingin pesan berapakah saja! ” katanya. Kita juga pesan 30 tusuk dengan lontong serta minuman teh dingin dalam paket botol yang mereknya tidak usah dimaksud lah ya.

Sembari menanti sate gue mateng, gue hampiri Bang Amir yang tengah repot mengibaskan kipas bambu andalannya di atas barisan sate ayam itu sembari sesekali memanggil beberapa pengemudi kendaraan yang berlalu lalang di Jalan Asia Afrika Senayan.

Sembari hampiri Bang Amir aku melemparkan pertanyaan pada beliau, “Bang, dalam satu hari dapat setelah berapakah tusuk? ”, dengan suara tinggi pacar menjawab “Emang mengapa situ ingin jualan? ” Ebuset pacar galak bener! Namun sesudah gw katakan “Ini buat situs (blog) bang” selalu dia ingin jawab sembari senyum “Lumayan mas dapat sampai seribu tusuk, terlebih bila malam minggu”, katanya sembari membolak-balikan sate ayamnya.

Sekitaran 10 menit lalu pesanan kita dateng ke meja. Tanpa ada nunggu lama kita juga segera menyantap sate ayam itu dengan sedikit kesangsian, mengapa? Lantaran diliat dari penampakkannya sate taichan itu lain dengan sate ayam biasanya. Warnanya putih pucat dengan baluran bumbu pedas yang terbuat dari gilingan cabe, bawang serta perasan jeruk nipis diatasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s